Rabu, 23 Januari 2013

DAUN SIRIH MERAH

Daun Sirih merah (Piper crocatum) adalah salah satu tanaman obat potensial berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, diantaranya penyakit jantung dan diabetes.
Ternyata tanaman sirih mempunyai ragam spesies, diantaranya sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih tersebut memiliki ciri yang hampir sama, yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling mengikuti sulur batangnya, bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, penampakan daunnya berwarna merah keperakan dan mengkilap.
Sirih merah yang daunnya membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Yang membedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah atau ungu keperakan, bila daunnya disobek maka ia akan berlendir serta aromanya lebih wangi.

Kandungan Kimia yang terdapat dalam Daun Sirih Merah
Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.
Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/ senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat.Eugenol dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat digunakan untuk mengobati sakit perut.

Manfaat dan Khasiat Daun Sirih Merah

Penyakit Jantung
Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar. Cuci bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu saring. Ramuan ini diminum selagi hangat, dua kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.
Dengan ramuan tanaman obat lain.
Siapkan daun sirih merah ukuran sedang sebanyak 3-4 lembar, daun asam 30 gram, belimbing sayur 2 buah, umbi dea kering 3 gram dan daun gingseng 4 lembar. Semua bahan dicuci bersih, diiris kecil-kecil, lalu direbus dengan tiga gelas air (600 ml) hingga tersisa 1,5 gelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari selagi hangat. Bisa ditambah satu sendok teh madu. Sekali minum setengah gelas.

Penyakit Diabetes
Petik tiga lembar daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dari pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali sebelum makan, sekali minum setengah gelas.
Dengan ramuan tanaman obat lain.
Ambil tiga lembar sirih merah ukuran sedang, 40 gram kulit kayu gayam yang sudah dibersihkan bagian luarnya, dan 30 gram kulit kayu jamblang kering. Bahan-bahan ini diseduh dengan 2 gelas (400 ml) air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring, minum sehari dua kali tiap pagi dan sore hari sebelum makan. Sekali minum setengah gelas.

Manfaat Daun Sirih bagi wanita
Siapa yang tidak kenal Daun Sirih? Merupakan tanaman obat yang tumbuh di Indonesia yang banyak mempunyai manfaat. Tetapi Akhir-akhir ini daun sirih yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun sirih merah, nama ilmiahnya adalah Piper ornatum.
Sirih merah selain dikenal sebagai tanaman hias yang eksotis, juga ternyata bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Sirih merah dapat dimanfaatkan sebagai obat dengan cara mengkonsumsi daunnya, atau sebelum dikonsumsi diekstrak terlebih dahulu untuk mengambil bahan aktifnya.
Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Secara empiris daun sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, kanker, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit.
Kandungan kimia lainnya yang terdapat di dalam daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada.
Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan,

Manfaat Daun sirih untuk organ kewanitaan

Dari zaman dahulu, daun sirih merah telah digunakan oleh para leluhur kita untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Misalnya di pulau Jawa sirih merah dipercaya dapat menyembuhkan ambeien, keputihan dan bau mulut.
Daun sirih merah ini bermanfaat untuk mengurangi keputihan dan menjaga organ kewanitaan karena mengandung bahan antiseptik organ Kewanitaan, caranya; ambil daun sirih merah tua sebanyak 8 lembar dicuci bersih, kemudian diiris-iris selebar 1 cm. Rebus dengan air 800 ml sampai mendidih. Setelah dingin, dipakai untuk membersihkan organ kewanitaan dua kali sehari.
Batuk dan menambah nafsu makan.
Siapkan daun sirih merah yang tidak terlalu tua sebanyak 10 lembar, cuci, kemudian rendam dalam alkohol 70 persen selama 30 menit agar bakteri yang menempel pada daun mati. Daun sirih merah ditambah gula putih 100 gram direbus dengan air 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, tuangkan ke dalam botol yang bersih dan steril. Ramuan ini bisa diminum tiga kali sehari, sekali minum satu sendok makan.

Mata merah atau radang mata dapat disembuhkan dengan daun sirih
Caranya: Ambil daun sirih merah yang agak muda (daun kelima dari pucuk) sebanyak 4 lembar, cuci bersih. Rebus dengan air dua gelas hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, air tersebut digunakan untuk merendam mata yang sakit.
Cara pemakaian: Mata dibersihkan atau cuci muka kemudian direndam dengan air rebusan sirih merah secukupnya menggunakan gelas khusus. Gunakan tidak lebih dari tiga kali sehari agar tidak terjadi iritasi pada lapisan mata. Gunakan air rebusan yang bening agar tidak terjadi iritasi pada mata caranya air rebusan diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan

Jumat, 08 Juni 2012

Belimbing

(Averrhoa bilimbi L.)

Sinonim :

Familia : Oxalidaceae

Uraian :
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuluh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bunga kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Nama Lokal :
Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, sariawan (stomatitis), perut sakit, gondongan (parotitis),; Rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan,; Memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.

KEGUNAAN:

Bunga:
- Batuk.
- Sariawan (stomatitis)

Daun:
- Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
- Rematik.

Buah:
- Batuk rejan.
- Gusi berdarah, sariawan.
- Sakit gigi berlubang.
- Jerawat. Panu.
- Tekanan darah tinggi.
- Kelumpuhan.
- Memperbaiki fungsi pencernaan.
- Radang rektum.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: Lihat resep.
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.

CARA PEMAKAIAN:

1. Pagel linu:
1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh,
15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.
Lumurkan ketempat yang sakit.

2. Gondongan:
10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang
merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat
yang sakit.

3. Batuk pada anak.
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula
secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah
dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
pagi dan malam sewaktu perut kosong.

4. Batuk:
25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari
kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4
genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun
inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
Sehari 3 kali 3/4 gelas.

5. Batuk rejan:
a. 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,
diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,
lakukan 2 kali sehari.

b. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

6. Rematik :
a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji
merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya
sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
ketempat yang sakit.
b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca
L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk
halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan
1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok
dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. Sariawan:
a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan
1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,
dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

b. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

c. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang
muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari
pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok
makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk
mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

8. Jerawat:
a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,
diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka
yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,
digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang
berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

9. Panu:
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur
sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai
untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

10. Darah tinggi.
a. 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-p

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

Senin, 04 Juni 2012


Selada Air
Selada Air (Nasturtium officinale L.)

Sebuah penelitian baru yang dilakukan peneliti dari Universitas Southampton, Inggris mengungkapkan bahwa komponen dalam  selada air (Nasturtium officinale L. R. Br.) dalam bahasa jawa disebut Kenci memiliki kemampuan untuk menekan perkembangan sel kanker payudara dengan mematikan sinyal dalam tubuh dan sehingga tumor yang berkembang tidak mendapat asupan darah dan oksigen.

Penelitian itu diungkapkan dalam konferensi pers, menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam selada air mampu melawan protein yang memegang peran penting dalam perkembangan kanker.

Saat tumor berkembang akan cepat mengatasi pasokan darah yang ada sehingga mereka mengirimkan sinyal yang dapat membuat jaringan normal sekitarnya menumbuhkan pembuluh darah baru kedalam tumor yang memberi oksigen dan gizi. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Graham Packham itu menunjukkan bahwa senyawa tanaman (yang disebut phenylethyl isothiocyanate/PEITC) yang ditemukan dalam selada air bisa menghalangi proses ini, dengan mengganggu dan mematikan fungsi protein yang disebut Hypoxia Inducible Factor (HIF).

"Penelitian itu mengambil langkah penting menuju pemahaman manfaat kesehatan potensial dari tanaman ini karena menunjukkan bahwa makan selada air dapat mengganggu dengan jalan yang telah terkait erat dengan perkembangan kanker," Profesor Packham, onkologi molekular di Universitas Southampton, seperti dikutip Science Daily.

Bekerja dengan Barbara Parry, Senior Research Dietician di Winchester and Andover Breast Unit, Profesor Packham menampilkan penelitian awal pada sekelompok kecil orang yang pernah sembuh dari kanker, menjalani puasa sebelum memakan 80 gram selada air dan kemudian memberikan mengambil contoh darah selama 24 jam berikutnya.

Tim peneliti mampu mendeteksi tingkat senyawa tanaman PEITC dalam darah dari para partisipan selama mengonsumsi selada air, dan yang paling penting, bisa menunjukkan bahwa fungsi protein HIF juga secara mencolok mata terpengaruh dalam sel darah wanita. Dua penelitian itu, yang sudah dipublikasikan dalam "British Journal of Nutrition and Biochemical Pharmacology", memberi pandangan baru dalam pengaruh anti kanker selada air, meskipun masih perlu dilakukan lebih banyak pekerjaan untuk memeriksa dampak langsung selada air dalam mengurangi risiko kanker.

MANFAAT SELADA AIR UNTUK OLAH RAGAWAN,
Olahraga punya banyak manfaat, namun ada juga risikonya yakni kerusakan sel-sel tubuh apabila terlalu melelahkan. Untungnya risiko ini bisa dicegah dengan cara yang sangat mudah, yakni dengan mengonsumsi selada sebelum berolahraga.

Risiko kerusakan sel bisa terjadi karena aktivitas fisik yang terlalu berat dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas. Selain bisa memicu kanker, radikal bebas yang terdiri dari molekul oksigen berbahaya ini juga mempercepat proses penuaan.

Namun jangan khawatir, risiko ini diyakini sangat kecil dan hanya mungkin terjadi pada olahraga ekstrem yang sangat berat dan melelahkan. Apalagi, penelitian di Edinburgh Napier University membuktikan bahwa ada cara mudah untuk mencegah kerusakan tersebut.

Selada, khususnya selada air atau watercress diketahui memiliki kandungan antioksidan yang bisa menangkal efek radikal bebas. Jika dikonsumsi sebelum berolahraga berat, maka risiko kerusakan sel akibat radikal bebas bisa ditangkal oleh antioksidan.

Manfaat itu dibuktikan saat sang peneliti, Mark Fogarty melakukan eksperimen pada 10 partisipan orang dewasa. Para partisipan diminta mengonsumsi selada air setiap hari selama 8 pekan, lalu diminta untuk berolahraga dengan treadmill yang tingkat kesulitannya telah disesuaikan.

Dibandingkan saat tidak mengonsumsi selada air, partisipan dalam eksperimen ini menunjukkan lebih sedikit perubahan pada strukturDeoxyribo Nucleic Acid (DNA). Perubahan yang sedikit itu menunjukkan bahwa kerusakan sel akibat olahraga juga lebih rendah.

"Kami menyimpulkan bahwa konsumsi selada air meski hanya sedikit bisa meningkatkan kadar antioksidan untuk menjaga tubuh kita," kata Dr Mark Fogarty yang mempublikasikan penelitian itu dalam British Journal of Nutrition
, seperti dikutip dari Dailymail,


Selada Air Berkuah
Bahan:
  • Selada air 1 ikat ( 75 gram ), siangi
  • Daging sapi 200 gram, potong dadu
  • Bawang perai 2 batang, potong 1 cm
  • Cabai merah 2 buah, potong 1 cm
  • Cabai hijau 2 buah, potong 1 cm
  • Serai 1 batang, memarkan
  • Daun jeruk 1 lembar
  • Santan 500 ml dari 1/2 butir kelapa
  • Air 500 ml
  • Minyak goreng 2 sendok makan
Bumbu yang dihaluskan :
  • Bawang merah 4 butir
  • Bawang putih 2 siung
  • Kemiri 2 butir, sangrai
  • Kunit 1cm, sangrai
  • Ketumbar 1/2 sendok teh, sangrai
  • Merica bubuk 1 sendok teh
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
Cara memasak Selada Air Berkuah :
1.   Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan, serai dan daun jeruk hingga harum.
2.   Tambahkan cabai merah, cabai hijau dan bawang perai, tumis hingga layu.
3.   Tuang air, didihkan.
4.   Masukkan daging sapi, masak hingga daging lunak.
5.   Tuang santan, masak sambil terus diaduk.
6.   Masukkan selada air, didihkan kembali, setelaha dirasa cukup. Angkat. Sajikan.
Untuk 4 porsi

Sabtu, 02 Juni 2012


Informasi Produk 
Sebagian besar penyakit manusia disebabkan oleh toxin / racun yang terserap tubuh melalui polusi, bahkan dalam makanan dan minuman ( pengawet, pewarna, penyedap makanan, dll ), pemakaian obat-obatan dalam waktu lama dan factor-factor lain.
Bamboo foot patch merupakan peaatan tradisional jepang dengan menitik beratkan pada bagian – bagian telapak kaki kita yang berkaitan dengan organ – organ pentingdalam tubuh.Dengan Bamboo Foot Patch, toxin-toxin tubuh yang tidak berguna diserap dan dibuang. Selain itu Bamboo Foot Patch dan pengembangannya telah diaplikasikan berdasarkan ilmu kedokteran oriental sehingga sangat bermanfaat untuk :

    Membuang toxin / racun dalam tubuh
    mengurangi nyeri sendi, lutut, sakit pada tumit, telapak kaki
    mengurangi sakit rheumatic
    Mengatasi masalah insomnia dan menyegarkan tubuh pada saat bangun tidur
    Mengurangi sakit kepala, ginjal, diabetes mellitus, asam urat
    Memberi efek melangsingkan tubuh
    Menguatkan sistem imunitas tubuh
    Melancarkan buang air besar dan perut kembung
    Menormalkan tekanan darah dan aliran darah
    Sangat baik Bagi perokok pasif maupun aktif

Bahan Utama Bamboo Foot Patch :
Tourmaline, Bamboo Extract, Cypress Extract, Balloon Flower, Achyranthes, dll.

Selasa, 16 November 2010

Purwoceng


Purwaceng demikian orang menyapanya. Memiliki nama ilmiah Pimpinella pruatjan Molk. Banyak tumbuh subur di daerah dataran tinggi pada ketinggian 2000 – 3000 M dpl. Awal mulanya, tanaman Purwaceng di Indonesia hanya dijumpai di daerah pegunungan Dieng sebagai tanaman liar jenis perdu. Namun, pada saat ini telah banyak dibudidayakan di luar habitat aslinya. Setidaknya, Gunung Putri, Gunung Pangrango (Jawa Barat) dan Gunung Tengger (Jawa Timur) banyak bertebaran tanaman ini dibudidaya.

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Apiales Famili : Apiaceae Genus : Pimpinella Spesies : Pimpinella pruatjan Molk.

Pada sekitaran tahun 1990-an tanaman ini termasuk dalam kategori genting dan hampir punah, karena pembabatan yang dilakukan demi diambil akarnya untuk viagra Jawa. Baru menjelang era 2000an mulai dikembangkan dengan sistem kultur in vitro alias Kultur Jaringan. Perbanyakan dengan metode ini berhasil membiakkan tanaman ini dalam jumlah banyak serta dibudidayakan, bukan lagi sebagai tanaman liar.

Akar Purwaceng dilaporkan berkhasiat sebagai afrosidiak [mampu meningkatkan gairah seksual dan menimbulkan ereksi], diuretik [melancarkan saluran kencing] dan tonik [meningkatkan stamina tubuh]. Pada umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah.

Beberapa penelitian ilmiah menyebutkan bahwa bahwa akar Purwaceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Artinya tanaman ini bukan sekedar untuk obat kuat saja. Ada banyak manfaat yang terkandung didalamnya, terutama akar tamanan ini. Sedangkan khasiat daun dan batangnya masih belum banyak ditelili. Pengembangan kultur in vitro yang dilakukan adalah dalam rangka penyelamatan tanaman ini dari langka punah.


Senin, 15 November 2010

Bandotan


Ageratum conyzoides L.

Sinonim:
A. ciliare Lour. (non Linn), A. cordifolium Roxb.

Familia:
compositae (asteraceae).

Uraian:
Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.

Nama Lokal:
NAMA DAERAH: Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatnya netral. Bandotan berkhasiat stimulan, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), dan pelumuh kentut (kaiminatit). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoide.s L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum haoustonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan (Yuni Ahda, JF FMIPA UNAND, - 1993). Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun, pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10% (Eliza Magdalena, JF FMIPA UI, 1993).

Pemanfaatan:
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan untuk obat adalah herba (bagian di atas tanah) dan akar. Herba yang digunakan berupa herba segar atau yang telah dikeringkan.

INDIKASI:
Herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan: demam,malaria, sakit tenggorok, radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media), perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah, dan mimisan, diare, disentri, mulas (kolik), muntah, perut kembung, keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim, dan perawatan rambut.
Akar berkhasiat untuk mengatasi :demam.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 15 - 30 g herba kering atau 30 -60 g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum.
Untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya, campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul, eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra). Cara lain, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membilas mata, sakit perut, dan mencuci luka.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:

Sakit telinga tengah akibat radang
Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

Luka berdarah, bisul, eksim
Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

Bisul, borok
Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo
Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar
Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

Tumor rahim
Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

Sakit tenggorokan
(1) Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari.
(2) Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

Malaria, influenza
Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

Perut kembung, mulas, muntah
Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

Perawatan rambut
Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut.

Komposisi:
Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin

Zingiber purpureum Roxb.

Sinonim:
Zingiber cassumunar, Roxb.

Familia :
Zingiberaceae

Uraian:
Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

Nama Lokal:
Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit; Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan; Mengecilkan perut setelah melahirkan;

Pemanfaatan:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

KEGUNAAN:
Rimpang:
  • Demam, sakit kepala.
  • Batuk berdahak.
  • Perut nyeri, masuk angin.
  • Sembelit.
  • Sakit kuning.
  • Cacingan.
  • Rheumatism.
  • Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
  • Mengecilkan perut setelah melahirkan.
  • Kegemukan.
Daun:
  • Tidak napsu makan
  • Perut terasa penuh.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang, direbus.
Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala, pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Demam, masuk angin.
15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2
cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu
diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

2. Perut mules:
Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi,
masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus
dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring, lalu diminum.

3. Sakit kepala karena demam:
Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan
sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai
pilis pada dahi.

4. Sakit kuning:
1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air
masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring,
minum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Nyeri sendi (rheumatism):
Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak
sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan kebagian
sendi yang sakit.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan:
Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada
perut.

7. Cacingan:
3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar
tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk
halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu
diperas dan disaring. Minum.

8. Radang seiaput lendir mata:
Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir
jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus
dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah
dingin disaring, minum.

9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh:
a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci
lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan
sore hari.

b. 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari
rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4
genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-
potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai
tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4
gelas.

c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari
tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk
nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-
remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Komposisi:
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.